Public Relations As A Science, A Practice, and A Profession

Pada tahun 1922, Edwards L. Bernays, menulis sebuah buku yang diberi judul “Crystallizing Public Opinion”. Dalam bukunya dia menyebutkan ‘the new profession of public relations counsel’. Konselor public relations pada saat itu berbeda dengan agen berita dan publicist seperti yang kita kenal sekarang. Konselor public relations dituntut untuk menerapkan etika, profesional dan bertanggung jawab secara sosial. Mereka menggunakan pengetahuan yang dilandasi oleh ilmu sosial untuk dapat memahami opini publik, motivasi publik, tehnik public relations, dan metode untuk merubah pandangan suatu kelompok. Tujuan dari konselor public relations melakukan interpretasi organisasi kepada publik, dan interpretasi publik kepada organisasi. Paragraf diatas saya terjemahkan dari buku Managing Public Relations yang ditulis oleh James E. Grunig dan Todd Hunt (1984). 

Lebih dari satu abad telah berlalu dan dalam perkembangannya sampai di Indonesia, tidak ada satu referensi yang jelas yang menyatakan kapan istilah public relations dikenal di Indonesia. Berbagai informasi yang diberikan oleh berbagai lembaga, kampus tanpa menyebutkan sumber berita asalnya, memberikan informasi yang berbeda yang menurut hemat saya secara pribadi tidak perlu dipermasalahkan lagi karena masing-masing meng-klaim merupakan yang pertama yaitu tahun 1950 di Universitas Gajah Mada. Selama 75 tahun dikelola di kampus, saya tidak atau belum menemukan perkembangannya sebagai suatu disiplin ilmu dalam pendidikan formal. Selanjutnya, FIKOM Unpad dicatatkan sebagai kampus yang membuka program Komunikasi sejak 1960. 

Dalam artikel ini saya coba menjelaskan bagaimana public relations sebagai  atau dipandang dari sudut ilmu, suatu praktek dan profesi. 

Leave a Comment

Scroll to Top