Managerial Communication in Digital Era

Di era digital sekarang ini, segala hal yang berkaitan dengan komunikasi dituntut harus serba instan dan cepat, dan semuanya menuntut real-time information, real-time news yang mengakibatkan terjadinya disruptive, fake news, deep fake, dan sebagainya.

“Tell the Truth” atau berbicara apa adanya penting dilakukan agar tidak terjadi misinformasi, disinformasi, mispersepsi, miskoordinasi, dan overload informasi.

Leadership communication terdiri dari 3 hal:

  1. Managerial Communication
  2. Organizational Communication
  3. Corporate Communication
    (Deborah Barret, 2014)

Apa saja yang menjadi persoalan di dalam managerial communication?
Managerial Communication adalah suatu sistem komunikasi dimana para manajer mengatur, merencanakan dan mengawasi aktivitas secara langsung (direct control activities).
Istilah “You attitude” yang maksudnya adalah berkomunikasi untuk kepentingan pemahaman pihak yang menerima pesan sehingga komunikasi akan menjadi efektif. Seringkali didalam suatu perusahaan terjadi miskomunikasi dari level atas ke level bawah kurang dapat menjelaskan dengan “You attitude”. Maka dari itu kita harus mengerti gaya komunikasi lawan bicara. Gaya yang dimaksud disini adalah gaya yang menitikberatkan pada proses, gagasan, orang, aksi.

Research reveals that Improving leadership communication is far more effective in maintaining good communication climate

  • Lebih 70% hasil survey menunjukkan bahwa krisis dalam organisasi disebabkan oleh internal konflik
  • 90% hasil survey menunjukkan bahwa krisis internal disebabkan karena adanya pengambilan keputusan yang keliru (result of improper management decision)
  • 39% dari hasil survey karyawan menunjukkan bahwa kurangnya kolaborasi antara orang-orang yang ada di dalam organisasi

Strategi resolusi konflik

  1. Avoiding
  2. Accommodating
  3. Compromising
  4. Completing
  5. Collaborating

Resolusi konflik yang efektif:

  1. Cari tahu asal mula ketidaksesuaian atau sumber dari konflik yang terjadi secara objektif
  2. Tetapkan tujuan kita yang semula
  3. Ciptakan dialog bersama untuk mencapai solusi yang tepat. Diskusikan bersama hal yang positif dan negatif dari solusi yang dikemukakan
  4. Tentukan hambatan/ kendala yang akan terjadi
  5. Cari solusi yang terbaik untuk disepakati
  6. Menyetujui/mengakui solusi yang telah disepakati bersama. Pastikan solusi tersebut adalah solusi yang telah disepakati oleh seluruh anggota organisasi/perusahaan
  7. Tetapkan tanggung jawab masing-masing pihak yang terlibat konflik
Scroll to Top
X